Monthly Archives: April 2010

Ziarah Kubur yang Jauh Dari Tuntunan Islam

Saat ini, mungkin Anda sering melihat orang-orang yang berziarah ke kubur orang-orang alim, yang dianggap wali, yang disebut juga makam keramat. Mereka berzikir, berdo’a, bershalawat dan membuat kuburan tersebut jadi “hingar bingar” dengan suara mereka, bahkan hingga di malam hari, pada saat orang lain mulai tidur. Apakah ziarah yang seperti itu dibenarkan dalam syariat Islam?

Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni rahimahullah ditanya mengenai ziarah kubur yang disyariatkan. Beliau menjawab,

Perlu diketahui bahwa ziarah kubur ada dua bentuk: ziarah kubur yang disyariatkan dan ziarah kubur yang jauh dari tuntunan Islam.
Baca lebih lanjut

Memahami Syariah yang Sebenarnya

Ketika kata syariah diperdengarkan apa reaksi Anda? Ada sebagian orang memandangnya sebagai aturan yang ditaati tanpa syarat dan harus diperjuangkan, namun sebagian lagi mungkin memandangnya sebagai aturan yang sudah kuno dan melanggar HAM. Dalam hal ini, masih banyak lagi reaksi yang berbeda jika kata syariah dilontarkan.

Kata syari’ah disebutkan dalam surah Al-Maidah: 48, Allah swt. berfirman: ”Likullin ja’alnaa minkum syir’atan wa minhaajaa (untuk tiap-tiap umat di antara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang.)” Berdasarkan redaksi ayat, nampak bahwa kata syari’ah atau syir’ah artinya aturan.

Namun dalam Islam, secara definitif, kata syari’ah identik dengan aturan dari Allah swt. Dengan kata lain mengikuti syari’ah artinya mengikuti aturan Allah yang telah ditetapkan untuk kemaslahatan manusia di dunia dan di akhirat. Dari sini kita mendapatkan pelajaran bahwa Allah swt. sebagai pemilik langit dan bumi sebenarnya telah meletakkan aturan hidup untuk manusia. Dan bisa dipastikan bahwa aturan-Nya jauh lebih sempurna dari pada aturan yang dikarang oleh manusia. Sebab Allah Maha Mengetahui sementara otak manusia sangat terbatas kemampuannya. Maka tidak mungkin manusia menandingi Allah dalam segala hal, apa lagi independen dari-Nya.
Baca lebih lanjut